KILASJATIM.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama pihak penyelenggara mulai memacu persiapan gelaran MotoGP Mandalika 2026 sejak jauh hari. Pada perhelatan tahun ini, ajang balap motor kelas dunia tersebut ditargetkan mampu menyedot hingga 145.000 penonton dari dalam dan luar negeri guna memperkuat ekosistem ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa persiapan ajang sebesar MotoGP tidak boleh dilakukan secara mendadak. Seluruh aspek—mulai dari teknis penyelenggaraan, keamanan, infrastruktur, transportasi, akomodasi, kesehatan, hingga promosi dan pemberdayaan masyarakat—harus dipetakan secara terpadu.

“Setiap persoalan harus ada PIC-nya dan memiliki target penyelesaian. Kalau dalam waktu yang ditentukan belum selesai, harus segera dieskalasikan,” tegas Iqbal, Sabtu (15/8/2026).

Iqbal menginstruksikan ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk menyampaikan laporan perkembangan secara berkala di setiap bidang. Laporan tersebut menjadi acuan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat, Pemprov NTB, Pemkab/Pemkot, penegak hukum, tenaga medis, pelaku pariwisata, hingga UMKM.

Pemetaan Akomodasi dan Penanganan Infrastruktur Permanen

Salah satu fokus utama persiapan terletak pada kesiapan akomodasi untuk menampung lonjakan pembalap, kru medis, perwakilan instansi, tenaga operasional, hingga ratusan ribu wisatawan. Pemprov NTB kini tengah memetakan ketersediaan kamar di hotel, wisma, homestay, hingga opsi penginapan alternatif secara menyeluruh.

“NTB harus semakin terbiasa menjadi tuan rumah event internasional. Ketersediaan akomodasi yang cukup dan terjangkau harus menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan event yang berkelanjutan,” tambah Iqbal.

Dari sisi aksesibilitas, Gubernur Iqbal telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan penanganan ruas jalan menuju kawasan Mandalika tuntas sebelum event berlangsung. Pemprov NTB juga mendorong penanganan infrastruktur secara permanen agar tak lagi bergantung pada pola perbaikan sementara (tambal sulam).

Dorong Ekosistem Ekonomi dan Replikasi Sukses 2025

Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menilai MotoGP Mandalika kini telah bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi lintas sektor, bukan lagi sekadar ajang olahraga semata.

“MotoGP bukan lagi sekadar event olahraga, tetapi sudah menjadi ekosistem ekonomi yang menggerakkan banyak sektor,” ujar Ahmad Fajar.

Besarnya multiplier effect ini tecermin dari perhelatan MotoGP 2025 lalu. Berdasarkan riset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), ajang tersebut mencetak dampak ekonomi mencapai Rp4,96 triliun, yang mengalir ke berbagai sektor seperti:

1. Perhotelan dan Logistik Transportasi

2. Pelaku UMKM dan Sentra Ekonomi Kreatif

3. Penyerapan Tenaga Kerja, Volunteer, dan Marshal

4. Sektor Pariwisata di kawasan Mataram, Senggigi, hingga seluruh NTB

Target 145.000 penonton pada 2026 diharapkan dapat melampaui capaian sebelumnya dengan memperbesar tingkat hunian (occupancy rate), pergerakan transportasi, serta transaksi belanja produk lokal.

Skema Antisipasi Kehadiran VVIP

Sebagai bagian dari kesiapan komprehensif, Gubernur Iqbal menginstruksikan penyelenggara untuk menyiapkan berbagai skenario pelayanan VVIP, termasuk mengantisipasi potensi kehadiran Presiden Republik Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit. Seluruh kebutuhan logistik dan protokol keamanan diminta siaga sejak awal agar dapat langsung dieksekusi saat konfirmasi kehadiran resmi diterbitkan. (LZH)