KILASJATIM.ID – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajukan usulan bantuan helikopter water bombing kepada BPBD Jawa Timur dan Kantor SAR Surabaya. Langkah darurat ini diambil untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan yang menerjang kawasan Pegunungan Ijen.
Usulan tersebut disampaikan Ipuk usai meninjau langsung kondisi titik api bersama jajaran Forkopimda pada Minggu (6/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, Ipuk didampingi Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jawa Timur, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, serta Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono.
Tim gabungan memantau pergerakan api hingga Pos 4 Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Dari hasil observasi di lapangan, puluhan titik api terpantau masih aktif membakar kawasan hulu dengan intensitas sedang hingga tinggi.
“Kami sudah cek langsung bersama tim. Terpantau masih ada puluhan titik api dari medium hingga high. Karena itu semua sepakat mengusulkan pemadaman menggunakan helikopter water bombing,” tegas Ipuk.
Ia menjelaskan bahwa kendala utama pemadaman darat adalah kontur pegunungan yang terjal, akses lokasi yang terbatas, serta tebalnya vegetasi. Oleh karena itu, opsi pemadaman lewat udara menjadi solusi paling realistis untuk memutus penyebaran api.
“Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti, agar api tidak melebar ke mana-mana,” tambahnya.
Suplai Air dan Penutupan Jalur Pendakian
Guna mendukung operasi di lapangan, Pemkab Banyuwangi memperkuat dukungan logistik bagi personel gabungan yang bertugas 24 jam. Pasokan air akan disuplay memanfaatkan embung milik Medco Geothermal Energy, disertai pendirian dapur umum bagi relawan dan petugas.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengungkapkan kobaran api telah merembet hingga mendekati Pos 4 jalur pendakian. Medan ekstrem dan minimnya akses kendaraan membuat petugas harus memutar otak.
“Kami upayakan dua unit mobil tangki mengambil posisi terdekat yang bisa dijangkau untuk menyuplai empat unit mobil double cabin,” ujar Partana.
Sementara itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, memastikan bahwa jalur pendakian Kawah Ijen ditutup sementara demi keselamatan warga dan wisatawan. Kebakaran dipicu oleh banyaknya material kering seperti rumput alang-alang dan semak belukar yang mudah terbakar, sedangkan total luas area terdampak masih dalam pendataan. (JGW)

