KILASJATIM.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) pusat turun langsung melakukan investigasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Langkah ini diambil usai sejumlah santri diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap hidangan yang disediakan.
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menyampaikan bahwa tim dari BGN pusat dijadwalkan tiba untuk menentukan tingkat sanksi serta status suspensi terhadap SPPG penyedia makanan tersebut.
“Tim pusat pun akan datang hari ini juga untuk investigasi lanjut, apakah suspensi ini ringan atau berat,” ujar Teguh, Rabu (2/9/2026).
Sebelumnya, BGN Provinsi Jawa Timur bersama Koordinator Wilayah BGN Sidoarjo telah melakukan penanganan awal di lokasi kejadian. Hasil temuan tersebut langsung dilaporkan ke pimpinan pusat hingga diterbitkannya surat penghentian sementara (suspensi) operasional bagi dapur SPPG terkait.
“Per tadi pagi sudah ada surat suspend untuk dapur ini. Jadi, sementara dapur sudah tidak beroperasi,” jelas Teguh.
Teguh menambahkan, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam tahap evaluasi. Saat kejadian, menu yang disajikan meliputi nasi, telur, dan tumis sayur. Ia juga meluruskan isu yang beredar di media sosial mengenai temuan belatung dalam makanan, yang dipastikannya tidak ditemukan pada pemeriksaan awal.
SPPG yang sedang diinvestigasi ini diketahui menyuplai makanan MBG ke sedikitnya 19 satuan pendidikan, termasuk dua lingkungan pondok pesantren dengan porsi mencapai 1.000 porsi per hari khusus untuk area pesantren.
Saat ini, BGN terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sidoarjo dan pihak rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi korban. Hasil investigasi BGN pusat nantinya akan menjadi dasar penetapan sanksi serta evaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) penyediaan gizi ke depannya. (LQI)

