Usai penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan peresmian sales counter JNE yang menjadi bagian dari Kantor UNIDAEdupreneur Center (UEC). Pembukaan titik layanan ini menandai dimulainya operasional layanan logistik di kawasan kampus. Tidak hanya itu saja, JNE juga menyerahkan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa berprestasi di UNIDA.
Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed, M. Phil menambahkan bahwa kemudahan akses logistik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk-produk yang tercipta dari kreativitas mahasiswa, sivitas akademika dan binaan masyarakat sekitar. Dengan adanya kantor layanan yang dekat dan terjangkau, proses pengiriman dapat dilakukan lebih cepat, praktis, dan efisien tanpa harus keluar dari lingkungan universitas.
“Keberadaan JNE di UNIDA Gontor diharapkan mampu mendorong tumbuhnya semangat berwirausaha sekaligus laboratorium enterpreneurship bagi mahasiswa. Tidak hanya mempermudah distribusi produk, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan bisnis berbasis digital yang kini semakin berkembang” papar Hamid.
Kehadiran kantor layanan JNE di kampus bersistem pesantren modern ini dapat dimanfaatkan sivitas akademika dalam memenuhi kebutuhan pengiriman dokumen, buku, hasil penelitian, hingga berbagai jenis barang ke seluruh Indonesia.
Selama ini, aktivitas akademik maupun organisasi kemahasiswaan kerap membutuhkan layanan distribusi yang cepat dan terpercaya. Selain itu berbagai unit usaha mahasiswa maupun produk hasil inkubasi usaha kampus kini memiliki akses distribusi yang lebih mudah sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Bagi dosen dan tenaga kependidikan, fasilitas tersebut turut memberikan manfaat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan akademik, mulai dari pengiriman dokumen administrasi, bahan penelitian, hingga kebutuhan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan berbagai daerah.

